Abstrak
"Kemoterapi merupakan pengobatan efektif, namun mual dan muntah sebagai efek samping dapat menurunkan asupan makan secara signifikan. Riset ini menggambarkan profil nutrisi makro pada pasien kanker payudara di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro."
Pendahuluan
Kanker merupakan pertumbuhan sel tidak normal yang dapat menyebar ke jaringan tubuh disekitarnya[1,2]. Berdasarkan data WHO, kanker menjadi penyebab kematian kedua di dunia[3]. Di Indonesia, prevalensi kanker meningkat dari 1,4% pada 2013 menjadi 1,79% pada 2018[4].
[Image of Cancer cell division and growth]Kemoterapi menggunakan obat sitostatika secara efektif, namun seringkali memicu efek samping gastrointestinal. Kondisi mual dan muntah secara langsung menurunkan daya terima makan pasien, yang jika berkelanjutan akan merusak status gizi jangka panjang[7,8].
Energi & Kalori
32.6%
Defisit Energi Tingkat Berat
Karbohidrat
39.5%
Defisit Karbohidrat Berat
Protein
34.9%
Asupan Protein Tinggi
Status Gizi
37.2%
Obesitas Tingkat I
Diskusi & Analisis
Kekurangan asupan energi disebabkan oleh toksisitas sistemik obat sitostatik yang memicu pelepasan sitokin proinflamasi. Zat ini mempengaruhi area hipotalamus di otak yang mengatur pusat lapar dan kenyang, sehingga menekan nafsu makan secara signifikan[12,13].
Fenomena obesitas pada 37,2% pasien berkaitan erat dengan karakteristik kanker payudara ER+. Jaringan lemak yang berlebih bertindak sebagai organ endokrin yang memproduksi estrogen tambahan, yang justru merangsang pertumbuhan sel kanker lebih lanjut[27].
Daftar Pustaka Utama
Darmawan & Adriani. (2019). Status Gizi Pasien Kanker di RUMKITAL Dr. Ramelan Surabaya. Amerta Nutrition.
World Health Organization. (2020). Cancer Statistics and Globally Analysis.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Nasional RISKESDAS 2018.
Suzuki, H., et al. (2013). Cancer Cachexia Pathophysiology. Japanese Journal of Clinical Oncology.